Saturday, September 17, 2011

Pemerintah Harus Percepat Pembangunan Infrastruktur

DEN: Pemerintah Harus Percepat Pembangunan Infrastruktur
Antara – Jum, 16 Sep 2011

Jakarta (ANTARA) - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyatakan pemerintah harus mempercepat pembangunan infrastruktur guna mempercepat distribusi logistik sehingga mampu meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi.

"Angka pertumbuhan ekonomi 6,5 persen tidak cukup bagus, Indonesia memiliki potensi pertumbuhan ekonomi di atas 9 persen seperti Korea Selatan dan Jepang," kata Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Chatib Basri di Jakarta, Kamis.

Dalam seminar bertajuk "Peran Indonesia di Asia Timur: Dimensi Ekonomi Politik dan Keamanan" yang digelar Central for Strategic and International Studies (CSIS) itu Chatib mengatakan Indonesia memiliki kemiripan demografi dengan kedua negara di Asia Timur itu karena memiliki momentum "baby boom" yang sama pada 1960an.

Data SUSENAS dan Bank Dunia menunjukkan bahwa jumlah masyarakat menengah Indonesia, yang memiliki daya beli di kisaran 2-20- dolar AS, meningkat persentasenya dari 37,7 persen pada 2003 menjadi 56,5 persen pada 2010.

"Posisi Indonesia saat ini sepertinya masih ragu untuk melangkah, padahal peluang untuk menjadi salah satu kekuatan besar di Asia sangat besar," katanya.

Menurut dia, keuntungan demografi, tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi, serta tingginya pertumbuhan dan produktifitas Produk Domestik Bruto merupakan peluang untuk mencapai hal itu.

"Namun stabilitas makro ekonomi dan proses pembangunan infrastruktur yang lambat merupakan hambatan yang akan membuat Indonesia seperti berada "di balik pagar", katanya.

Selain itu, kualitas sumber daya manusia yang masih tertinggal dari negara-negara berpengaruh di Asia seperti China, Jepang, Korea Selatan, bahkan India.

"Tidak mungkin meningkatkan pertumbuhan ekonomi tanpa pembangunan pelabuhan, jalan, jembatan, dan berbagai infrastruktur lainnya, harus ada intervensi dari pemerintah sehingga pembangunan infrastruktur tidak terlihat seperti jalan di tempat," kata Chatib yang juga merupakan peneliti di Creco Institute.

Dalam paparannya dia mengatakan, indeks infrastruktur dan logistik Indonesia masih berada di angka 3,9, tertinggal dari Singapura, Thailand, dan Malaysia, namun masih lebih baik dari Filipina yang memiliki angka indeks 5,3.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home